Jakarta, 26 Maret 2026
Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar industri mengalami kenaikan seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap harga energi global.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa kenaikan ini dipicu oleh terganggunya distribusi minyak dunia, termasuk jalur strategis seperti Selat Hormuz.
“Kondisi geopolitik sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia dan berdampak langsung pada solar industri.”
Solar industri yang tidak disubsidi mengalami penyesuaian harga mengikuti mekanisme pasar. Harga solar (B40) naik dari Rp20.650 menjadi Rp21.250 per liter.
Kenaikan ini berdampak pada sektor pertambangan, logistik, manufaktur, dan kelautan yang bergantung pada bahan bakar diesel.
Selama konflik belum mereda, harga minyak dunia diprediksi akan tetap fluktuatif dan berpotensi mendorong kenaikan lanjutan.
Hubungi PT Yessa Marine Solutions untuk suplai solar industri berkualitas.