Dalam operasional industri marine dan alat berat, bahan bakar adalah urat nadi utama. Namun, tingginya permintaan solar sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjual "Solar Cong" atau Biosolar oplosan dengan harga yang jauh di bawah standar pasar.
Menggunakan solar palsu bukan hanya melanggar hukum, tapi juga menjadi ancaman serius bagi investasi mesin Anda. Berikut adalah panduan dari PT Yessa Marine Solutions untuk membedakannya:
1. Uji Visual (Warna dan Kejernihan)
Solar Industri berkualitas tinggi (HSD atau B40 resmi) memiliki warna yang konsisten, biasanya kuning terang dan transparan (jernih). Jika solar terlihat keruh, berwarna gelap seperti teh pekat, atau terdapat endapan kotoran di dasar wadah, bisa dipastikan itu adalah solar rendah kualitas atau oplosan.
2. Perbedaan Aroma/Bau
Solar asli memiliki bau minyak bumi yang khas namun tidak menyengat hidung secara berlebihan. Sebaliknya, Solar Cong seringkali berbau asam, bau zat kimia tajam (seperti pelarut/solvent), atau bau karet terbakar. Bau ini muncul karena campuran bahan ilegal untuk memanipulasi warna solar.
3. Efek Terhadap Filter Solar
Ini adalah indikator paling akurat pada mesin. Solar asli standar SNI akan menjaga filter solar tetap bekerja optimal sesuai masa pakainya. Jika setelah mengisi solar baru filter Anda langsung hitam, berlendir, atau mesin sering mati mendadak (brebet), itu adalah tanda kandungan sulfur dan sedimen pada solar tersebut sangat tinggi.
4. Legalitas Dokumen
Distributor resmi seperti PT Yessa Marine Solutions selalu menyertakan dokumen lengkap seperti Certificate of Analysis (COA), surat jalan resmi, dan faktur pajak. Penjual solar ilegal biasanya tidak mampu menyediakan dokumen yang valid dan terdaftar di Dirjen Migas.
Kesimpulan
Jangan pertaruhkan operasional kapal atau pabrik Anda demi selisih harga yang tidak seberapa. Pilihlah mitra distributor yang memiliki reputasi dan legalitas jelas untuk menjamin keberlangsungan bisnis Anda.